MEDIA INFORMASI
 
IndeksPortalPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 Bagaimana Lidah Berpuasa?

Go down 
PengirimMessage
iwan_kurniawan
Administrator
Administrator
iwan_kurniawan

Jumlah posting : 109
Age : 30
Lokasi : Al-Awali Makka Saudi Arabia
Registration date : 20.03.08

PostSubyek: Bagaimana Lidah Berpuasa?   Sun Mar 23, 2008 4:20 am

Bagaimana Lidah Berpuasa?
Lidah mempunyai cara khusus dalam berpuasa yang dikenal oleh mereka yang menjauhi perkara sia-sia. Puasa lidah terus berlangsung selama atau di luar Ramadhan. Tetapi dalam bulan Ramadhan lidah terdidik dan terlatih. Rasulullah bersabda: ”Hati-hatilah kamu dengan ini, kemudian beliau menunjukkan lidahnya.” Mu’adz kemudian bertanya: ”Apakah kami akan disikasa terhadap apa yang kami katakan ya Rasulullah:” Rasulullah menjawab : ”Ibumu kehilangan kamu wahai Mu’adz. Manusia dilemparkan ke neraka adalah karena akibat lidah mereka.” Bahaya lidah sangat besar, Abi Bakar pernah memegang lidahnya sambil menangis dan berkata : ”Ini yang telah mendatangkan banyak hal padaku.” Lidah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular berbisa, dan api yang berkobar. ”Jangan engkau sebut aib seseorang dengan lidahmu. Setiap kamu mempunyai aib, dan orang-orang punya lidah.” Ibnu ’Abbas pernah berkata kepada lidahnya : ”Wahai lidah, berkatalah yang baik, niscaya kamu akan memperoleh untung, atau diam bungkam tak mengucapkan kata busuk, niscaya kamu akan selamat. Semoga Allah menyayangi Muslim yang menjaga lidahnya dari perkataan yangkeji, mengikatnya agar tidak menggunjing orang, dan memeliharanya agar tidak berbuat haram.” Allah menyayangi orang yang berhati-hati dengan lidahnya, mengendalikan pandangannya, cara bertuturnya sopan, dan mempertimbangkan apa yang hendak ia katakan. Allah berfirman : ”Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Qaf : 18) Setiap kata diperhitungkan dengan cermat dan teliti. ”Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-Nya.” (Fushilat : 46) Hati-hati dengan lidahmu wahai manusia. Jangan sampai ia menyengatmu, karena ia adalah ular. Demi Allah. Kematian bisa diakibatkan karena tergelincirnya lidah. Di dalamnya (tergelincir lidah) terdapat kehancuran dan semuanya kerugian. Oleh karena para salaf terdidik dengan etika Al-Quran dan As-Sunnah, mereka mempertimbangkan dahulu kata-kata yanghendak diucapkan, mereka menghormati bicara, bicara mereka adalah zikir, pandangan mereka adalah pelajaran dan diam mereka adalah berfikir. Oleh karena orang-orang yang baik takut adzab Allah, saat mereka bertemu dengan Tuha yang Maha Tunggal dan Perkasa, mereka gunakan lidah untuk mengingat dan bersyukur kepada-Nya, tidak mengucapkan kata-kata keji, kata-kata busuk, dan kata-kata tak sopan. Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang melepaskan tali kekang lidahnya? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang dipermainkan lidahnya, ditipu ucapannya, diperdaya cara bertuturnya? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang berbohong dan bergunjing, mengobral caci maki dan sumpah serapah dan melupakan hari kiamat? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang memberi kesaksian palsu, dan tidak berhenti berbuat jahat kepada kaum Muslimin? Hadist Rasulullah : “Seorang muslim adalah orang yang membuat Muslim lainnya terhindar dari gangguan lidah dan tangannya.” Islam adalah amalan, implementasi, metode, kepatuhan, prilaku dan ketaatan. Betapa banyak orang berpuasa merusak puasanya pada saat lidahnya rusak, cara bertuturnya busuk, dan kata-katanya tercela? Tujuan puasa bukanlah lapar dan haus, tetapi pendidikan dan latihan. Dalam lidah –bila terkendali terdapat lebih dari 10 kesalahan. Aibnya adalah berkata bohong, bergunjing, mengadu domba, berkata kotor, mencela, berkata jahat, saksi palsu, melaknat, menghina, merendahkan orang dan lain-lain. Betapa banyak kata yang melemparkan penuturnya ke dalam neraka keranaia meluncurkan kalimat tanpa kendali. Lidah adalah jalan untuk kebajikan, tapi ia juga jalan untuk kejahatan. Betapa sangat beruntung orang yang menggunakannya untuk berzikir kepada Allah, memohon ampun-Nya, bertasbih dan bertaubat. Betapa rugi orang yang menggunakannya untuk merusak kehormatan orang lain, menodai hal-hal yang dimuliakan dan merontokkan nilai-nilai. Wahai orang yang berpuasa, basahi lidahmu dengan zikir kepada Allah, didik ia dengan taqwa, bersihkan ia dari maksiat. Ya Allah sungguh kami memohon kepadaMu lidah yang jujur, hati yang bersih dan prilaku yang lurus.
NHI—FUKI Dikutip dari : ”30 Renungan Ramadhan” Dapat diakses juga : http://suarakebenaran.blogdrive.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://damara.indonesianforum.net
 
Bagaimana Lidah Berpuasa?
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Damara Forum  :: Forum Damara SIM :: Artikel-
Navigasi: